Sunday, November 20, 2011

Makalah Tentang "Ilmu Geografi"

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ilmu Geografi bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi, Geografi adalah salah satu Ilmu Pengetahuan yang sudah diakui dengan seperangkat metode berdasarkan teori-teori yang disepakati.

Geografi lebih dari sekedar kartografi, studi tentang peta. Geografi tidak hanya menjawab apa dan dimana di atas muka bumi, tapi juga mengapa di situ dan tidak di tempat lainnya, kadang diartikan dengan "lokasi pada ruang." Geografi mempelajari hal ini, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia. Juga mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu.

Latar belakan penulisan makalah ini yaitu didalam rangka pemenuhan tugas “Mata Kuliah Pengantar Ilmu Sosial” dengan disusunanya makalah ini diharapkan kita dapat mengetahu depinisi-depinisi dari geografi.

B. Tujuan.
  1. Memahami beberapa Persamaan dan Perbedaan lokasi di beberapa tempat atas fenomena fisik dan  manusia di atas permukaan bumi
  2. Mengetahui sejarah lahirnya ilmu geografi
  3. Mengetahui metode dan cabang-cabang ilmu geografi
  4. Memahami dan dapat melaksanakan tehnik geografis dan Prinsip-prinsipnya
C. Pembatasan Masalah
Didalam makalah ini kita akan membahas beberap masalah yang berkaitan dengan pengertian geografi yaitu:
1) Apa itu geografi ?
2) Bagaimana konsep-konsep ilmu geografi?
3) Apa saja objek kajian ilmu geografi

D. Metode Penulisan
Untuk mendapatkan data dan informasi yang di perlukan, penulis mempergunakan, teknik studi kepustakaan atau studi pustaka. Tidak hanya itu, kami juga mencari bahan dan sumber-sumber dari media masa elektronik yang berjangkauan internasional yaitu, Internet.



BAB II
PEMBAHASAN
 
A. Pengertian Ilmu Geografi


Istilah geografi untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Erastothenes pada abad ke 1. Menurut Erastothenes geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi. Berdasarkan pendapat tersebut, maka para ahli geografi (geograf) sependapat bahwa Erastothenes dianggap sebagai peletak dasar pengetahuan geografi. Pada awal abad ke-2, muncul tokoh baru yaitu Claudius Ptolomaeus mengatakan bahwa geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi. Jadi Claudius Ptolomaeus mementingkan peta untuk memberikan informasi tentang permukaan bumi secara umum. Kumpulan dari peta Claudius Ptolomaeus dibukukan, diberinama ‘Atlas Ptolomaeus’.

Menjelang akhir abad ke-18, perkembangan geografi semakin pesat. Pada masa ini berkembang aliran fisis determinis dengan tokohnya yaitu seorang geograf terkenal dari USA yaitu Ellsworth Hunthington. Di Perancis faham posibilis terkenal dengan tokoh geografnya yaitu Paul Vidal de la Blache, sumbangannya yang terkenal adalah “Gen re de vie”. Perbedaan kedua faham tersebut, kalau fisis determinis memandang manusia sebagai figur yang pasif sehingga hidupnya dipengaruhi oleh alam sekitarnya. Sedangkan posibilisme memandang manusia sebagai makhluk yang aktif, yang dapat membudidayakan alam untuk menunjang hidupnya. Setiap manusia memiliki pendapat masing-masing tentang berbagai hal dalam kehidupannya. Demikian pula dengan definisi atau pengertian geografi. Berikut ini disajikan beberapa definisi yang akan saling melengkapi dan dengan demikian diharapkan dapat menyikap inti masalah atau pokok kajian geografi.

Geografi Menurut Para Ahli

  1. Preston e James Geografi dapat diungkapkan sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan” karena banyak bidang ilmu pengetahuan selalu mulai dari keadaan muka bumi untuk beralih pada studinya masing-masing.
  2. Ullman (1954) Geografi adalah interaksi antar ruang”. Definisi ini dikemukakan oleh Ullman , dalam bukunya yang berjudul Geography a Spatial Interaction.
  3. Maurice Le Lannou (1959) Geografi adalah kelompok manusia dan organisasinya di muka bumi. Ia mengemukakan dalam bukunya yang berjudul La Geographie Humaine.
  4. Paul Claval (1976) Geografi adalah menjelaskan gejala gejala dari segi hubungan keruangan
  5. Harstone Geografi adalah sebuah ilmu yang menampilkan relitas deferensiasi muka bumi seperti apa adanya, tidak hanya dalam arti perbedaan-perbedaan dalam hal tertentu, tetapi juga dalam arti kombinasi keseluruhan fenomena di setiap tempat, yang berbeda dari keadaanya di tempat lain.
  6. Jhon Alexander Geografi merupakan disiplin ilmu yang menganalisis variasi keruangan dalam veriabel kawasan-kawsandan hubungan antar variabel – variabel keruangan.
  7. Lobeck 1939 Gegografi adalah suatu studi tentang hubungan – hubungan yang ada antara kehidupan dengan lingkungan fisiknya.
  8. Ferdinand von Richthoven 1833 – 1905 Geografi adalah ilmu yang mempelajari gejala dan sifat pemukaan bumi dan penduduknya, disusun menurut letaknya, menerangkan baik tentang terdapatnya gejala-gejala dan sifat-sifat itu.
  9. Claudius Ptolemous Abad ke – 2 Geografi adalah suatu penyajian dengan peta dan sebagian pemukaan bumi yang menunjukkan kenampakan umum yang terdapat padanya.
  10. Erastothenes Geografi adalah berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi.
  11. Mackinder (1861-1947) Geografi adalah sebagai satu kajian mengenai kaitan antara manusia dengan alam sekitarnya.
  12. Ekblaw dan Mulkerne Geografi adalah merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati.
  13. UNESCO (1956) mendifinasikan geografi sebagai: satu agen sintesis,satu kajian perhubungan ruang, sains dalam penggunaan tanah  
  14. Depdikbud 1989 Geografi merupakan suatu ilmu tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna, serta hasil yang diperoleh dari bumi.
  15. Strabo (1970) Geografi adalah erat kaitannya dengan faktor lokasi, karakterisitik tertentu dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan. Pendapat ini kemuadian di sebut Konsep Natural Atrribut of Place.
  16. Frank Debenham (1950) Geografi adalah ilmu yang bertugas mengadakan penafsiran terhadap persebaran fakta, menemukan hubungan antara kehidupan manusia dengan lingkungan fisik, menjelaskan kekuatan interaksi antara manusia dan alam.
  17. James Fairgrive (1966) Geografi memiliki nilai edukatif yang dapat mendidik manusia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap kemajuan-kemajuan dunia. Ia juga berpendapat bahwa peta sangat penting untuk menjawab pertanyaan “di mana” dari berbagai aspek dan gejala geografi.
  18. Hasil Seminar dan Lokakarya Ikatan Geografi Indonesia (IGI) Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.
Kalau kita perhatikan beberapa definisi/ pengertian dan sejarah perkem-bangan dari geografi tersebut, ternyata pengertian geografi selalu mengalami perkembangan. Namun kalau kita kaji lebih jauh, di antara pandangan para ahli tersebut tampak ada kesamaan titik pandang. Kesamaan titik pandang tersebut adalah mengkaji:
1) Bumi sebagai tempat tinggal;
2) Hubungan manusia dengan lingkungannya (interaksi);
3) Dimensi ruang dan dimensi historis; dan
4) Pendekatannya, spasial (keruangan), ekologi (kelingkungan) dan regional (kewilayahan).
Jadi Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gĂȘo ("Bumi") dan graphein ("menulis", atau "menjelaskan").

B. Sejarah Ilmu Geografi
Bangsa Yunani adalah bangsa yang pertama dikenal secara aktif menjelajahi geografi sebagai ilmu dan filosofi, dengan pemikir utamanya Thales dari Miletus, Herodotus, Eratosthenes, Hipparchus, Aristotle, Dicaearchus dari Messana, Strabo, dan Ptolemy. Bangsa Romawi memberi sumbangan pada pemetaan karena mereka banyak menjelajahi negeri dan menambahkan teknik baru. Salah satu tekniknya adalah periplus, deskripsi pada pelabuhan dan daratan sepanjang garis pantai yang bisa dilihat pelaut di lepas pantai; contoh pertamanya adalah Hanno sang Navigator dari Carthaginia dan satu lagi dari Laut Erythraea, keduanya selamat di laut menggunakan teknik periplus dengan mengenali garis pantai laut Merah dan Teluk Persi.

Pada Zaman Pertengahan, bangsa Arab seperti al-Idrisi, Ibnu Battuta dan Ibnu Khaldun memelihara dan terus membangun warisan bangsa Yunani dan Romawi. Dengan perjalananMarco Polo, geografi menyebar ke seluruh Eropa. Selama zaman Renaissance dan pada abad ke-16 dan 17 banyak perjalanan besar dilakukan untuk mencari landasan teoritis dan detail yang lebih akurat. Geographia Generalis oleh Bernhardus Varenius dan peta dunia Gerardus Mercator adalah contoh terbesar.

Setelah abad ke-18 geografi mulai dikenal sebagai disiplin ilmu yang lengkap dan menjadi bagian dari kurikulum di universitas di Eropa (terutama di Paris dan Berlin), tetapi tidak diInggris dimana geografi hanya diajarkan sebagai sub-disiplin dari ilmu lain. Salah satu karya besar zaman ini adalah Kosmos: sketsa deskripsi fisik Alam Semesta, oleh Alexander vom Humboldt.

Selama lebih dari dua abad kuantitas pengetahuan dan perangkat pembantu banyak ditemukan di Indonesia[rujukan?]. Terdapat hubungan yang kuat antara geografi dengan geologi dan botani, juga ekonomi, sosiologi dan demografi.

Di barat, selama abad ke-20, disiplin ilmu geografi melewati empat fase utama: determinisme lingkungan, geografi regional, revolusi kuantitatif dan geografi kritis.

Determinisme lingkungan adalah teori yang menyatakan bahwa karakteristik manusia dan budayanya disebabkan oleh lingkungan alamnya. Penganut fanatic deteriminisme lingkungan adalah Carl Ritter, Ellen Churchill Semple dan Ellsworth Huntington. Hipotesis terkenalnya adalah "iklim yang panas menyebabkan masyarakat di daerah tropis menjadi malas" dan "banyaknya perubahan pada tekanan udara pada daerah lintang sedang membuat orangnya lebih cerdas".

Ahli geografi determinisme lingkungan mencoba membuat studi itu menjadi teori yang berpengaruh. Sekitar tahun 1930-an pemikiran ini banyak ditentang karena tidak mempunyai landasan dan terlalu mudahnya membuat generalisasi (bahkan lebih sering memaksa). Determinisme lingkungan banyak membuat malu geo-grafer kontemporer, dan menyebabkan sikap skeptis di kalangan geografer dengan klaim alam adalah penyebab utama budaya (seperti teori Jared Diamond).

Geografi regional menegaskan kembali topik bahasan geografi pada ruang dan tempat. Ahli geografi regional memfokuskan pada pengumpulan informasi deskriptif tentang suatu tempat, juga metode yang sesuai untuk membagi bumi menjadi beberapa wilayah atau region. Basis filosofi kajian ini diperkenalkan oleh Richard Hartshorne.

Revolusi kuantitatif adalah usaha geografi untuk mengukuhkan dirinya sebagai ilmu (sains), pada masa kebangkitan interes pada sains setelah peluncuran Sputnik. Revolusioner kuantitatif, sering disebut "kadet angkasa", menyatakan bahwa kegunaan geografi adalah untuk menguji kesepakatan umum tentang pengaturan keruangan suatu fenomena. Mereka mengadopsi filosofi positifisme dari ilmu alam dan dengan menggunakan matematika - terutama statistika - sebagai cara untuk menguji hipotesis. Revolusi kuantitatif merupakan landasan utama pengembangan Sistem Informasi Geografis.

Walaupun pendekatan positifisme dan pos-positifisme tetap menjadi hal yang penting dalam geografi, tetapi kemudian geografi kritis muncul sebagai kritik atas positifisme. Yang pertama adalah munculnya geografi manusia. Dengan latar belakang filosofi eksistensialisme dan fenomenologi, ahli geografi manusia (seperti Yi-Fu Tuan) memfokuskan pada peran manusia dan hubungannya dengan tempat.

Pengaruh lainnya adalah geografi marxis, yang menerapkan teori sosial Karl Marx dan pengikutnya pada geografi fenomena. David Harvey dan Richard Peet merupakan geografer marxis yang terkenal. Geografi feminis, seperti pada namanya, menggunakan ide dari feminisme pada konteks geografis. Arus terakhir dari geografi kritis adalah geografi pos-modernis, yang mengambil ide teori pos-modernis dan pos-strukturalis untuk menjelajahi konstruksi sosial dari hubungan keruangan.

C. Aspek Geografi
Aspek geografi meliputi objek geografi dan gejala geografi atau fenomena geografi. Objek geografi adalah segala sesuatu yang menjadi bahan kajian yang dipelajari dalam geografi. Dalam geografi dikenal dua (2) macam objek geografi, yaitu objek material dan objek formal.
a) Objek Material
Objek material yang umum dan luas yaitu geosfer yang meliputi atmosfer, hidrosfer, litosfer, biosfer, dan antroposferyang kemudian dapat menimbulkan studi khusus, dan dipandang wajar.
1) Atmosfer,
Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi, yang terdiri dari campuran Oksigen (21%), Nitrogen (78%), Karbon dioksida (0,03%), Argon (hamper 1%), Helium dan gas-gas lain(0,01), ditambah uapair yang jumlahnya berpariasi. Atmosfer terdiri dari trofosfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan ekosfer. Gejala-gejala seperti cuaca dan iklim yang dikaji dalam Klimatologi dan Meteorologi, dll.
2) Litosfer
Lithosfer, adalah lapisan bumi paling luar, tebalnya kurang lebih 48 km, grafitasinya diantara 2,0-3,0. Lapisan tersebut terdiri dari dua lapisan, yaitu SiAl kepanjangan dari Si (Silikat) dan Al (Alumenium) sedangkan SiMa kepanjangan dari SI (Silikat) dan Ma (Maknesium). SiAl adalah lapisan bumiyang palinh atas sedangkan SiMa adalah lapisan bumi yang berada dibawah lapisan SiAl. Lapisan litosfer dikaji dalam Geologi, Geomorfologi, Petrografi, dll
3) Hidrosfer
Hidrosfer adalah lapisan air yang mengelilingi bumi yang meliputi lapisani perairan di darat maupun di laut yang terdiri dari samudra, laut, sungai, danau, gletser, air tanah, mata air, hujan dan air yang termsuk dalam atmosfer. Hidrossfer dikaji dalam ilmuHidrologi, Oceanografi dan lain-lain.
4) Biosfer
Biosfer adalah lapisan kulit bumi, air, dan atmosfer yang didalamnya terdapat kehidupan organism, manusia, tumbuh-tumbuhan, binatang, dan mikroorganisme. Biosfer tebalnya hanya beberapa mil saja yang meliputi tanah, air, dan udara. Biosefr dikaji didalam Biogeografi, Biologi, dll
5) Antroposfer
Antroposfer adalah objek kajian geografi yang mempelajari mengenai lapisan manusia yang merupakan ‘tema sentral’ di antara lapisan lainnya. Tema sentral artinya diutamakan dalam kajiannya. Jadi dalam mengkaji objek studi geografi tersebut diperlukan pengetahuan dari disiplin ilmu lain seperti Klimatologi, Geologi, Hidrologi, dan sebagainya. Singkatnya geografi berkaitan erat dengan ilmu-ilmu lain.
b) Objek Formal
Kalau objek material geografi bersangkut-paut dengan bahan kajian, maka objek formal geografi bersangkut-paut dengan cara pemecahan masalah. Jadi objek formal adalah metode atau pendekatan yang digunakan dalam mengkaji suatu masalah. Objek formal geografi secara umum adalah region atau wilayah. Namun, yang dinamakan objek formal geografi sebenaranya adalah cara memandang dan cara bersikap terhadap objek material tersebut dari segi geografi yaitu segi keruangan meliputi pola dan system proses yang terjadi didalamnya.
Secara sederhana dapat diungkapkan bahwa ojek formal dalam geografi selalu ditanyakan mengapa gejala terjadi dan mengapa hal itu terjadi di tempat atau lokasi tersebut ? misalnya debuah daerah yang kekurangan air. Dalam hal ini banyak dipelajari bukan saja jumlah ataupun volume air tanah tetepi mengapa hali itu terjadi dilihat dri segi lokasi, fisiografi, dan dan kaitannya dengan lingkunganyang lebih luas antara lain peran manusia, kondisi iklim, geologi, geomorfologi, kondisi lingkungan, dan lain-lain.
Ada tiga hal pokok dalam mempelajari objek formal dari sudut pandang keruangan yaitu :
a. Pola dari sebaran tertentu dimuka bumi,
b. Keterkaitan atau hubungan sesame antara gejala didalam ruang
c. Perkembangan atau perubahan yang terjadi pad gejala tersebut didalam ruang.
Fenomena atau gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari dikelompokan dalam dua jenis yaitu gejala fisik dan gejala sosial. Gejala fisik meliputi banjir, longsor, tsunami, gunung meletus, gempa bumi, abrasi dan sebagainya. Gejala sosial meliputi kebodohan, kriminalisme, urbanisasi, kemiskinan, penganguran, tuna wisma, dan sebagainya.
Telah diuraikan diatas bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang fenomena permukaan bumi atau geosfer dalam konteks keruangan, kelingkungan, dan komplek kewilayahan, atas dasar pengertian tersebut maka dapat disebutkan bahwa subjek geografi adalah kajian yang ada sangkut-pautnya dengan aspek keruangan, lingkungan, dan kompleks kewilayahan dari fenomena-fenomena permukaan bumi. Hubungan lingkungan adalah interaksi antara fenomena-fenomena permukaan bumi. Hubungan komplek kewilayahan. Adalah gabungan dari hubungan keruangan dan lingkungan atau interaksi fenomena-fenomena permukaan bumi.
 
D. Cabang-cabang Ilmu Geografi
Untuk mempelajari objek yang begitu luas,maka geografi memerlukan alat bantu berupa disiplin ilmu yang lain. Ilmu bantu geografi itu meliputi matematika, fisika, kimia biologi, statistic, teknik, ekonomi, sosiologi, politik, dan sebagainya. Karena itu tumbuh cabang-cabang ilmu geografi yang dapat memberi analisa secara mendalam terhadap objek yang dipelajari. Cabang-cabang ilmu geografi dapat dirinci sebagai berikut :
a) Geografi fisik
Cabang ini memusatkan pada geografi sebagai ilmu bumi, menggunakan biologi untuk memahami pola flora dan fauna global, dan matematika dan fisika untuk memahami pergerakan bumi dan hubungannya dengan anggota tata surya yang lain. Termasuk juga di dalamnya ekologi muka bumi dan geografi lingkungan.
Topik Meliputi: atmosfer - kepulauan - benua - gurun - pulau - bentuk muka bumi -samudera - laut - sungai - danau - ekologi - iklim - tanah - geomorfologi -biogeografi -garis waktu geografi, paleontologi - paleogeografi - hidrologi.
b) Geografi Manusia
Cabang geografi non-fisik juga disebut antropogeografi yang fokus sebagai ilmu sosial, aspek non-fisik yang menyebabkan fenomena dunia. Mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan wilayahnya dan manusia lainnya, dan pada transformasi makroskopis bagaimana manusia berperan di dunia. Bisa dibagi menjadi: geografi ekonomi, geografi politik (termasuk geopolitik), geografi sosial (termasuk geografi kota), geografi feminisme dan geografi militer.
Topik Meliputi: Negara-negara di dunia - negara - bangsa - negara bagian -perkumpulan individu - provinsi - kabupaten - kota - kecamatan
c) Geografi manusia-lingkungan
Selama masa determinisme lingkungan, geografi bukan merupakan ilmu tentang hubungan keruangan, tetapi tentang bagaimana manusia dan lingkungannya berinteraksi. walaupun paham determinisme lingkungan sudah tidak berkembang, masih ada tradisi kuat di antara geografer untuk mengkaji hubungan antar manusia dengan alam. Terdapat dua bidang pada geografi manusia-lingkungan: ekologi budaya dan politik dam penelitian risiko-bencana. banyak lingkungan yang sudah dirusak oleh manusia, seharusnya sudah menjadi tugas manusia yang harus menjaga dan melestarikan lingkungan, mungkin alam sudah tidak ankan kuat bertahan lagi.
d) Perencanaan dan Pengembangan Wilayah
Cabang Geografi ini adalah cabang yang relatif baru. Dikembangkan pada sekitar tahun 1980-an oleh para Geografiwan Eropa, terutama dari Nederland. Saat kerjasama Universitas antar kedua negara dilakukan, sejumlah ahli Geografi asal Belanda ikut serta dalam program pencangkokan dosen di UGM. Hasilnya adalah lahirnya program studi baru bernama Program Studi Perencanaan Pengembangan Wilayah dan sekarang lebih dikenal dengan Program Studi Pengembangan Wilayah. Sebelum berdiri menjadi disiplin tersendiri yang memadukan Ilmu Geografi dengan Ilmu Perencanaan Wilayah, proyek ini dikenal dengan nama Rural and Regional Development Planning (RRDP). Selain itu dapat dijelaskan bahwa perencanaan dan pengembangan wilayah dapat berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial terutama terkait dengan fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, sehingga sangat bersinggungan dengan konsep-konsep dan teori-teori sosial yang ada.
e) Ekologi budaya dan politik
Ekologi budaya muncul sebagai hasil kerja Carl Sauer pada geografi dan pemikiran dalam antropologi. Ekologi budaya mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Ilmu keberlanjutan (sustainability) kemudian tumbuh dari tradisi ini. Ekologi poltik bangkit ketika beberapa geografer menggunakan aspek geografi kritis untuk melihat hubungan kekuatan alam dan bagaimana pengaruhnya terhadap manusia. Misalnya, studi yang berpengaruh oleh Micahel Watts berpendapat bahwa kelaparan di Sahel disebabkan oleh perubahansistem politik dan ekonomi di wilayah itu sebagai hasil dari kolonialisme dan menyebarnya praktek kapitalisme.
f) Penelitian risiko-bencana
Penelitian pada bencana dimulai oleh Gilbert F. Withe, yang mencoba memahami mengapa orang tinggal dataran banjir yang mudah terkena bencana. Sejak itu, bidang ini berkembang menjadi multi disiplin dengan mempelajari bencana alam (seperti gempa bumi) dan bencana teknologi (seperti kebocoran reaktor nuklir). Geografer yang mempelajari bencana tertarik pada dinamika bencana dan bagaimana manusia dan masyarakat menghadapinya.
g) Geografi sejarah
Cabang ini mencari penjelasan bagaimana budaya dari berbagai tempat di bumi berkembang dan menjadi seperti sekarang. Studi tentang muka bumi merupakan satu dari banyak kunci atas bidang ini - banyak disimpulkan tentang pengaruh masyarakat dahulu pada lingkungan dan sekitarnya.
Menurut Para ahli cabang ilmu geografi dapat dirinci sebagai berikut :
1) Menurut Hutingtong, geigrafi terbagi menjadi empat cabang, yaitu
Geografi Fisik yang mempelajari factor fisik alam
Pitogeografi yang mempelajari tanaman
Zoogeografi yang mempelajari hewan
Antropgeografi yang mempelajari manusia
2) Menurut Muller dan Rinner, cabang-cabang geografi terdiri atas :
Geografi fisik yang terdiri atas geografi matematiaka, geografi tanah dan hidrologi, klimatologi, geografi mineral dan sumber daya, geografi tanaman, dan geografi tata guna lahan.
Geografi manusia yang meliputi geografi budaya ( geografi penduduk, geografi sosial, dan geografi kota), geografi ekonomi (geografi pertanian, geografi taransfortasi, dan komunikasi), kemudian geografi politik.
Geografi regional.


3) Menurut Hagget, cabang geografi dapat diuraikan sebagai berikut:
Geografi fisik
Geografi fisik merupakancabang geografi yang mempelajari gejala fisik di permukaan bumi. Gejala fisik itu terdiri atas tanah, air, udara dengan segala prosesnya. Bidang kajian dalam geografi adalah gejala alamiah dipermukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia. Oleh karena itu keberadaan cabang ilmu ini tidak dapat dipisahkan dengan manusia.
Geografi manusia
Geografi manusia merupakan cabang geografi yang objek kajiannya keruang manusia. Aspek-aspek yang dikaji didalam cabang ini termaksuk kependudukan, aktifitas manusia, yang meliputi aktifitas ekonomi, aktivitas politik, ativitas sosial, dan aktivitas budayanya. Dalm melakukan studi aspek kemanusiaan, geografi manusi terbgi dalam cabang-cabang geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi politik, geografi permukiman, dan geografi sosial.
Geografi Regional
geografi regional merupakan deskrifsi yang menyeluruh antara aspek manusia dan aspek alam. Focus kajiannya adalah interrelasi, interaksi, antara aspek alam dan manusia dalam suatu ruang tertentu.

E. Teknik Geografis
1) Penginderaan Jauh
Penginderaan Jauh merupakan terjemahan dari istilah remote sensing, adalah ilmu, teknologi dan seni dalam memperoleh informasi mengenai objek atau fenomena di (dekat) permukaan bumi tanpa kontak langsung dengan objek atau fenomena yang dikaji, melainkan melalui media perekam objek atau fenomena yang memanfaatkan energi yang berasal dari gelombang elektromagnetik dan mewujudkan hasil perekaman tersebut dalam bentuk citra. Pengertian 'tanpa kontak langsung' di sini dapat diartikan secara sempit dan luas. Secara sempit berarti bahwa memang tidak ada kontak antara objek dengan analis, misalnya ketika data citra satelit diproses dan ditransformasi menjadi peta distribusi temperatur permukaan pada saat perekaman. Secara luas berarti bahwa kontak dimungkinkan dalam bentuk aktivitas 'ground truth', yaitu pengumpulan sampel lapangan untuk dijadikan dasar pemodelan melalui interpolasi dan ekstrapolasi pada wilayah yang jauh lebih luas dan pada kerincian yang lebih tinggi.
Pada awalnya penginderaan jauh kurang dipandang sebagai bagian dari geografi, dibandingkan kartografi. Meskipun demikian, lambat laun disadari bahwa penginderaan jauh merupakan satu-satunya alat utama dalam geografi yang mampu memberikan synoptic overview --pandangan secara ringkas namun menyeluruh-- atas suatu wilayah sebagai titik tolak kajian lebih lanjut. Penginderaan jauh juga mampu menghasilkan berbagai macam informasi keruangan dalam konteks ekologis dan kewilayahan yang menjadi ciri kajian geografis. Di samping itu, dari sisi persentasenya, pendidikan penginderaan jauh di Amerika Serikat, Australia dan Eropa lebih banyak diberikan oleh bidang ilmu (departemen, 'school' atau fakultas) geografi.
Dari segi metode yang digunakan, dikenal metode penginderaan jauh manual atau visual dan metode penginderaan jauh digital. Penginderaan jauh manual memanfaatkan citra tercetak atau 'hardcopy' (foto udara, citra hasil pemindaian scanner di pesawat udara maupun satelit) melalui analisis dan interpretasi secara manual/visua]. Penginderaan jauh digital menggunakan citra dalam format digital, misalnya hasil pemotretan kamera digital, hasil pemindaian foto udara yang sudha tercetak, dan hasil pemindaian oleh sensor satelit, dan menganalisisnya dengan bantuan komputer. Baik metode manual maupun digital menghasilkan peta dan laporan. Peta hasil metode manual dapat dikonversi menjadi peta tematik digital melalui proses digitisasi (sering diistilahkan digitasi).


2) Kartografi
Kartografi atau pemetaan mempelajari representasi permukaan bumi dengan simbol abstrak. Bisa dibilang, tanpa banyak kontroversi, kartografi merupakan penyebab meluasnya kajian geografi. Kebanyakan geografer mengakui bahwa ketertarikan mereka pada geografi dimulai ketika mereka terpesona oleh peta di masa kecil mereka. walaupun subdisiplin ilmu geografi lainnya masih bergantung pada peta untuk menampilkan hasil analisisnya, pembuatan peta itu sendiri masih terlalu abstrak untuk dianggap sebagai ilmu terpisah.
Kartografi berkembang dari kumpulan teknik menggambar menjadi bagian sebuah ilmu. Seorang kartografer harus memahami psikologi kognitif dan ergonomi untuk membuat simbol apa yang cocok untuk mewakili informasi tentang bumi yang bisa dimengerti orang lain secara efektif, dan psikologi perilaku untuk memengaruhi pembaca memahami informasi yang dibuatnya. Mereka juga harus belajar geodesi dan matematika yang tidak sederhana untuk memahami bagaimana bentuk bumi berpengaruh pada penyimpangan atau distorsi dari proses proyeksi ke bidang datar.
3) Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis membahas masalah penyimpanan informasi tentang bumi dengan cara otomatis melalui komputer secara akurat secara informasi. Sebagai tambahan pada subdisiplin ilmu geografi lainnya, spesialis SIG harus mengerti ilmu komputer dan sistem database. SIG memacu revolusi kartografi sehingga sekarang hampir semua pembuatan peta dibuat dengan piranti lunak (software) SIG.

4) Metode kuantitatif geografi
Metode kuantitatif geografi membahas metode numerik yang khas (atau paling tidak yang banyak ditemukan) dalam geografi. Sebagai tambahan pada analisis keruangan, anda mungkin akan menemukan analisis klaster, analisis diskriminan dan uji statistik non-parametris pada studi geografi.

F. Bidang Terkait
a) Perencanaan Kota dan Wilayah
Perencanaan kota dan wilayah menggunakan ilmu geografi untuk membantu mempelajari bagaimana membangun (atau tidak membangun) suatu lahan menurut kriteria tertentu, misalnya keamanan, keindahan, kesempatan ekonomi, perlindungan cagar alam tau cagar budaya, dsb. Perencanaan kota, baik kota kecil maupun kota besar, atau perencanaan pedesaan mungkin bisa dianggap sebagai geografi terapan walau mungkin terlihat lebih banyak seni dan pelajaran sejarah. Beberapa masalah yang dihadapi para perencana wilayah diantaranya adalah eksodus masyarakat desa dan kota dan Pertumbuhan Pintar (Smart Growth).
b) Ilmu Wilayah
Pada tahun 1950-an, gerakan ilmu wilayah muncul, dipimpin oleh Walter Isard untuk menghasilkan lebih banyak dasar kuantitatif dan analitis pada masalah geografi, sebagai tanggapan atas pendekatan kualitatif pada program geografi tradisional. Ilmu wilayah berisi pengetahuan bagaimana dimensi keruangan menjadi peran penting, seperti ekonomi regional,pengelolaan sumber daya, teori lokasi, perencanaan kota dan wilayah, transportasi dan komunikasi, geografi manusia, persebaran populasi, ekologi muka bumi dan kualitas lingkungan.
c) Pendidikan Tinggi Geografi
Di Indonesia, perguruan tinggi yang membuka program studi Geografi sebagai ilmu murni hanya dua perguruan tinggi negeri (Universitas Indonesia (UI) dan UGM (Universitas Gadjah Mada) dan satu perguruan tinggi swasta (Universitas Muhammadiyah Surakarta). Sedangkan program studi Pendidikan Geografi ada di 45 perguruan tinggi.

G. Prinsip dan Konsep Geografi
a) Prinsip geografi ada 4, yaitu :
1. Prinsip Penyebaran
Gejala geografi baik tentang alam, tumbuhan, hewan, dan manusia yang tersebar secara tidak merata di muka bumi.
Contoh : Timah di Pulau Bangka, pohon bakau di pantai.
2. Prinsip Interelasi
Hubungan yang saling terkait antara gejala yang satu dengan gejala yang lain dlm satu ruang tertentu.
Contoh : hutan gundul terjadi karena penebangan liar.
3. Prinsip Korologi ( Keruangan )
Bahwa setiap prinsip ini gejala – gejala, fakta – fakta, dan masalah – masalah geografi ditinjau dari penyebarannya, interelasinya, dan interaksinya dan hubungan itu terdapat pada ruang tertentu. Contoh : Padi hidup subur di daerah dataran rendah.
4. Prinsip Deskriptif
Prinsip untuk memberikan pelajaran atau gambaran lebih jauh tentang gejal – gejala, atau masalah – masalah yang diselidiki dlm bentuk tulisan atau kata – kata yang dapat dilengkapi dengan : diagram, grafik, table, gambar, dan peta.
b) Konsep dasar geografi
Sudah di jelaskan diatas tadi tentang pengertian geografi yang berasal dari bahasa Yunani berarti lukisan tentang bumi atau tulisan tentang bumi. Prof. Dr. I Made Sandy mengatakan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menemukan dan dan memahami persamaan-persamaan dan perbedaan yang ada dalam ruang bumi. Hasil seminar lokakarya yang diadakan di Semarang pada tahun 1988, merumuskan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari pesamaan dan perbedaan phenomena geosfer dengan sudut pandang dengan kewilayahan atau lingkungan dalam konteks keruangan.

Karl Ritter menyatakan bahwa geografi mempelajari bumi sebagai tempat tinggal manusia. Dalam hal ini tempat tinggal manusia berkenaan dengan ruang yang memiliki struktur, pola dan proses yang terbentuk oleh aktivitas manusia. Tempat tinggal manusia tidakhanya terbatas pada permukaanbumi yang ditempati oleh manusia, tetapi juga wilayah-wilayah yang tidak dihuni oleh manusia sepanjang tempat itu penting bagi arinya bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, studi geografi meliputi gejala alam yang terdapat di permukaan bumi, baik alam oggani maupun alam anorganikyang ada hubunganya dengan kehidupan manusia. Gejala organic dan anorganik itu dianalisa penyebaran, perkembangan, interelasi, dan intersaksinya. Sebagai suatu bidang ilmu, geografi selalu melihat penomenadalam hubungan ruang secara keseluruhan. Gejala dalam ruang diperhatikan secara seksama., dengan selalu meperhatikan factor alam dan factor manusia. Keterkaitan keduanya membentuk suatu kesatuan keruangan di kewilayahan yang bersangkutan. Denan demikian dapat disimpulkan bahwa geografi adalah suatu ilmu yang mempelajari pesamaan dan perbedaan fenomena geosfer antara suatu daera dengan daerah lain dengan hubungan antara manusia dengan alam sera interaksi diantara keduanya.

Konsep dasar geografi yang esensial, ada 10 yaitu :
1. Konsep Lokasi : Letak suatu tempat di permukaan bumi.
1.1. Lokasi Absolut : Tempatnya tetap.
1.2. Lokasi relative : tempatnya bias berubah karena factor tertentu.
2. Konsep jarak : Jarak antara tempat satu ke tempat lain.
2.1. Jarak Absolut : Diukur dengan satuan ukuran.
2.2. Jarak relative : Dikaitkan factor waktu ekonomi dan psikologis.
3. Konsep keterjangkauan :
Hub. Antara satu tempat dengan tempat yang lain, dikaitkan dengan sarana dan prasarana angkutan.
4. Konsep pola :
Berkaitan dengan persebaran fenomena geosfer di permukaan bumi.
Contoh : Persebaran flora dengan fauna.
5. Konsep Morfologi :
Berkaitan dengan fauna bentuk permukaan bumi, sebagai akibat tenaga eksogen dan endogen.
Contoh : Pegunungan, lembah, dataran rendah.
6. Konsep Aglomerasi :
Pemusatan penimbunan suatu kawasan
contoh : kawasan industri, pertanian, pemukiman.
7. Konsep nilai kegunaan :
Suatu nilai guna tempat –tempat di bumi.
Contoh : tempat wisata.
8. Konsep Interaksi dan Interpendensi :
Saling berpengaruh dan ketergantungan antara gejala di muka bumi.
Contoh : Antara desa dengan kota.
9. Konsep Deferensiasi Areal:
Fenomena yang berbeda antara tempat yang satu dengan yang lain.
Contoh : Areal pedesaan khas dan corak persawahan.
10. Konsep keterkaitan keruangan :
Keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain.
Contoh : daerah pantai pada umumnya bermata pencaharian nelayan.

H. Metode dan Pendekatan Geografi
Hubungan keruangan merupakan kunci pada ilmu sinoptik ini, dan menggunakan peta sebagai perangkat utamanya. Kartografi klasik digabungkan dengan pendekatan analisis geografis yang lebih modern kemudian menghasilkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berbasis komputer.
Geografer menggunakan empat pendekatan
1. Sistematis - Mengelompokkan pengetahuan geografis menjadi kategori yang kemudian dibahas secara global
2. Regional - Mempelajari hubungan sistematis antara kategori untuk wilayah tertentu atau lokasi di atas planet.
3. Deskriptif - Secara sederhana menjelaskan lokasi suatu masalah dan populasinya.
4. Analitis - Menjawab kenapa ditemukan suatu masalah dan populasi tersebut pada wilayah geografis tertentu.

Dalam menganalisis gejala dan permasalahan suatu ilmu ( sains), maka di perlukan suatu pendekatan. Metode pendekatan inilah yang digunakn untuk membedakan kajian geografi dengan ilmu lainnya meskipun objek kajiannya sama. Menurut Hagget ada 3 (tiga) pendekatan yaitu pendekatan keruangan, pendekatan kelingkungan, dan pendekatan kompleks wilayah.

1) Pendekatan Keruangan
Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksitensi ruang sebagai penekanan. Ruang yang dimaksud adalah eksitensi atau kebradan ruang dalam prespektif geografi yang dapat dipandang dari steruktur, pola, dan proses.

Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan struktur, pola, dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan elemen-elemen pembentuk ruangan. Elemen-elemn trsebut dapat disimbolkan dalam tiga bentuk utama, seperti kenampkan titik, kenampakan garis, dan kenampakan bidang. Kenampakan kerja analisi pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruangan, dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.

a) What ? apa itu struktur ruangan ?
b) Where ? dimana struktur ruangan tersebut berada ?
c) When ? Kapan struktur ruangan tersebut terbntuk seperti itu ?
d) Why ? Mengapa struktur ruangan terbentuk seperti itu ?
e) How ? Bagaimana proses terbentuk struktur proses terbentuk struktur seperti itu ?
f) Who suffer what dan who benefis whats ? bagaimana sruktur keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia.

Dampak positif dan negative dari keberadan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan maniusia pada saat itu dan akan datang. Pola keruangan berkenaan dengan distribusi elemen-elemen pembentuk ruangan fenomena titik, garis, dan area memiliki kedudukan sendiri-sendiri, baik secara implicit maupun eksplisit dalam hal penyebaran keruangan. Pesebaran kenampakan areal (bidang) dapat berupa kenampakan yang memanjang, kenampakan seperti kipas, kenampakan membulat, empat persegi panjang, kenampakan gurita, kenampakan binatang dan beberapa gabungan dari beberapa gabungan yang ada. Keenam pertanjaan geograpi diatas selalu disertakan dalam setiap analisisnya.

Proses keruangan berkenaan dengan perunahan dengan elemen-elemen yang ada didalamnya. Oleh karena itu analisis perubahan keruangan selalu terkait dengan dimensi waktu (temporal dimension). Dalam hal ini minimal harus ada dua titik waktu yang diguanakan sebagai dasar anaisis terhadap fenomena yang dipelajari.

2) Pendekatan lingkungan

Dalam pendekatan ini penekanan bukan lagi pada eksitensi ruang, namun pada keterkaitan antara fenomena geosfer tertentu dengan variable lingkungan yang ada. Dalam pendekatan lingkungan, kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara mahluk hidup dengan lingkungan alam saja, tetepi harus pula dikaitkan dengan fenomena yang didalamnya mencakup fenomena alam beserta relif fisik tindakan manusia. Selait itu juga prilaku manusia yang meliputi ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan. Dalam sistematik Krik ditunjukan ruang lingkup lingkungan geografimemiliki dua aspek, yaitu lingkungan prilaku (behavior environment) dan lingkungan fenomena (fhenomena environment). Lingkungan prilaku mencakup dua aspek, yaitu pengembangan nilai dan gagasan serta kesadaran lingkungan. Ada dua aspek penting dalam pengembangan nilai dan gagasan geografi, serta proses social ekonomi kemudian perubahan nilai-nilai lingkungan. Dalam kesadaran lingkungan budaya yang penting adalah perubahan pengetahuan lingkungan alam manusia.

Ligkungan fenomena mencakup dua aspek, yaitu tindakan manusia dan fenomena alam. Tindakan manusia mencakup fenomena fenomena urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubah lingkungan. Fenomena lingkungan mencakup hasil proses organic dan anoorganik termaksud penduduk.

3) Pendekatan Komplek Wilayah

Permasalahan yang terjadi disuatu wilayah tidak hanya melibatkan elemen wilaya itu. Permasalahan itu terkait dengan elemen diwilayah lain, sehinga keterkaitan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain tidak dapat dihindari. Selain itu, masalah tidak disebabkan oleh factor tunggal. Factor determinalnya bersifat kompleks. Oleh karena itu ada kebutuhan member analisis yang komplek sehingga mampu memecahkan permasalahan secara lebih luas dan kompleks pula.

Untuk menghadapi permasalahan seperti itu, salah satu alternative dengan mengunakan pendekatan kompleks wilayah. Pendekatan itu merupakan kombinasi antara pendekatan yang pertama (keruangan) dan pendekatan yang kedua (lingkungan). Oleh karena itu sorotan wilayahnya sebagai objek sangat beragam, maka kajiannya bersifat horizontal dan vertical. Kajian horizontal merupakan analisis yang menekankan pada keruangan, sedangkan kajian yang bersifat vertical menekankan pada asfek lingkungan. Adanya perbedaan antar daerah yang satu dengan daerah yang lain telah menciptakan hubungan fungsional antara unit-unit wilayah sehingga tercipta suuatu wilayah dengan system yang kompleks sifat dan pengajiannya membutukan pendekatan yang beragam juga.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa geografi itu mem-pelajari ilmu pengetahuan yang berusaha menemukan dan memahami persamaan-persamaan dan perbedaan yang ada dalam ruang bumi. Geografi juga menyediakan kepada kita tentang bagaimana mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada demi kemakmuran umat manusia dimuka bumi ini dan menyediakan informasi tentang keadaan bumi baik itu cuaca, iklim, geologi dan masih banyak lagi yang lainnya yang berkaitan dengan umat manusia.

B. Saran
Saran dari penulis yaitu jagalah keseimbangan alam, dengan menjaga kesimbangan alam ini diharapkan kehidupan manusia akan seimbang hubungannya dengan alam ini.



Daftar Pustaka
Sumber:
Bintarto R., Metode Analisa Geografi, Jakarta: LP3ES, 1986.
Boehm, Richard, World Geography, third Edition, USA: Mc. Grow Hill, 1984.
Depdikbud, Suplemen GBPP 1999, Jakarta: Depdikbud, 1999.
Drs. Rachmat Kusnadi, Drs. Muhammad Oding, Sutomo, S.Pd., Geografi untuk SMU Kelas I, Grafindo, 1999.
Geografi SMU DKI, Geografi SMU jilid IA, Jakarta: Erlangga, 2000
http://id.shvoong.com/exact-sciences/2133984-konsep-dasar-geografi/#ixzz1bbWaPxs9
http://dicky44lv.blogdetik.com/2009/08/03/pengertian-geografi-menurut-beberapa-ahli/

1 Comment's:

amir dapier said...

sangat membantu sekali

jangan lupa kunjungi juga berbagi ilmu

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes